KETERAMPILAN BERTANYA

 

1.Keterampilan bertanya.

Dalam sistem belajar mengajar yang sifatnya klasikal (bersama-sama dalam suatu kelas), guru harus berusaha agar proses belajar mengajar mencerminkan komunikasi dua arah. Mengajar bukan semata-mata merupakan pemberian informasi seraya tanpa mengembangkan kemampuan mental, fisik, dan penampilan diri.
Oleh karena itu, proses belajar mengajar dikelas harus dapat mengembangkan cara belajar siwa untuk mendapatkan, mengelola, menggunakan dan mengkomunikasikan apa yang telah diperoleh dalam proses belajar mengajar tersebut.
Guru dalam menyajikan bahan pelajaran (terutama berupa konsep-konsep atau pengertian yang esensial) harus mengikutsertakan para siswanya secara aktif baik individual maupun kelompok.
Keterampilan bertanya dasar sangat perlu dikuasai guru untukmenciptakan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, karena hamper dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan,dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitasjawaban peserta didik.

A.Jenis pertanyaan yang baik dibagi menjadi dua yaitu:

a. Jenis pertanyaan yang menurut maksudnya :

1. Pertanyaan permintaan (compliance question)Pertanyaan yang mengharapkan agar siswa mematuhi perintahyang diucapkan dalam bentuk pertanyaan. Misalnya dapatkah kamutenang agar suara bapak (ibu) dapat didengar oleh kalian?

2. Pertanyaan retoris (rhetorical question)Pertanyaan yang tidak menghendaki jawaban, tetapi dijawabsendiri oleh guru. Hal ini merupakan teknik penyampaian informasikepada murid. Misalnya mengapa puasa di wajibkan kepada orangIslam? Sebab puasa merupakan kewajiban semua orang Islam untukmenjalankannya.

3. Pertanyaan mengarahkan atau menuntun (prompting question)Pertanyaan yang diajukan untuk memberi arah kepada muriddalam proses berpikirnya. Hal ini dilakukan apabila guru menghendakiagar siswa memperhatikan dengan saksama bagian tertentu atau intipelajaran yang dianggap penting. Dari segi yang lain, apabila siswatidak dapat menjawab atau salah menjawab, guru mengajukanpertanyaan lanjutan yang akan mengarahkan atau menuntun prosesberpikir siswa sehingga pada akhirnya siswa dapat menemukanjawaban bagi pertanyaan pertama tadi.

4. Pertanyaan menggali (probing question)Pertanyaan lanjutan yang akan mendorong murid untuk lebihmendalami jawabannya terhadap pertanyaa pertama. Denganpertanyaan menggali ini siswa didorong untuk meningkatkan kuantitasjawaban yang diberikan ppada pertanyaan-pertanyaan sebelumnya.

 

b. Pertanyaan menurut Taksonomi Bloom

1. Pertanyaan pengetahuan (Recoll question atau knowledge question)atau ingatanDengan menggunakan kata-kata apa, di mana, kapan, siapa,dan sebutkan. Misalnya sebutkan puasa sunnah?

 2. Pertanyaan pemahaman (comprehension queation)Pertanyaan yang menhendaki jawaban yang bersifatpemahaman dengan kata-kata sendiri. Biasanya menggunakankata-kata jelaskan, uraikan, dan bandingkan. Misalnya jelaskan apayang dimaksud dengan puasa?

3. Pertanyaan penerapan (application question)Pertanyaan yang menghendaki jawaban untuk menerapkanpengetahuan atau informasi yang diterimanya. Misalnyaberdasarkan materi tersebut, kesimpulan apa yang dapat andaberikan?

4. Pertanyaan sintesis (syintesis question)Pertanyaan yang menghendaki jawaban yang benar, tidaktunggal, tetapi lebih dan satu dan menuntut murud untuk membuatramalan (prediksi), memecahkan masalah, mencari komunikasi.Misalnya apa yang terjadi bila waktunya puasa tiba? Apa yanganda lakukan jika melihat teman anda yang tidak berpuasa?

5. Pertanyaan evaluasi (evalution question)Pertanyaan yang menghendaki jawaban dengan caramemberikan penilaian pendapatnya terhadap suatu isu yang ditampilkan. Misalnya bagaimana pendapat kamu jika melihatorang yang tidak berpuasa?

Keterampilan Bertanya dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting, sebab pertanyaan yang tersusun dengan baik dan tehnik pelontaran yang tepat pula akan memberikan dampak positif terhadap siswa, yaitu :

a. Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar
b. Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap suatu masalah yang sedang dihadapi atau dibicarakan
c. Mengembangkan pola berfikir dan cara belajar aktif dari siswa sebab berpikir itu sediri sesungguhnya adalah bertanya
d. Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik dari siswa akan membantu jawaban yang baik
e. Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas

Dasar-dasar pertanyaan yang baik adalah :
a. Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
b. Berikan informasi yang cukup unuk menjawab pertanyaan
c. Difokuskan pada suatu masalah atau tugas tertentu
d. Berikan waktu yang cukup pada anak untuk berfikir sebelum menjawab pertanyaan
e. Bagikanlah semua pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata
f. Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab atau bertanya
g. Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar

2.  Komponen-komponen Keterampilan Bertanya Lanjut

Keterampilan bertanya lanjut dibentuk di atas landasan penguasaan-penguasaan komponen-komponen bertanya dasar. Karena itu semua komponen bertanya dasar masih digunakan dan akan selalu berkaitan dalam penerapan keterampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu adalah:

1.   Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab suatu pertanyaan.

2.   Pengaturan urutan pertanyaan secara tepat.

3.   Penggunaan pertanyaan pelacak.

4.   Peningkatan terjadinya interaksi.

1.   Pengubahan tuntutan tingkat kognitif dalam menjawab suatu pertanyaan

Pengubahan ini artinya agar seorang guru dalam mengajukan pertanyaan dapat berusaha mengubah tingkat kognitif siswa dalam menjawab suatu pertanyaan dari tingkat yang rendah ke tingkat kognitif yang lebih tinggi.

Seperti: tingkat pemahaman, penerapan, analisis, sintesis maupun tingkat evaluasi.

2.   Pengaturan urutan pertanyaan secara tepat

Dalam memberikan urutan pertanyaan seorang guru harus memberikannya secara terurut, misal: pertama seorang guru mengajukan pertanyaan pemahaman penerapan, analisis, sintesis dan yang terakhir lanjut ke pertanyaan evaluasi. Dan seorang guru hendaknya memberikan waktu yang cukup untuk bisa menjawab pertanyaan yang diajukan.

3.   Penggunaan pertanyaan pelacak

Ada tujuh teknik pertanyaan pelacak yang dapat digunakan oleh seorang guru.

1.   Klarifikasi

Jika ada salah satu siswa menjawab pertanyaan guru dengan kalimat yang kurang tepat, maka guru memberikan pertanyaan pelacak yang meminta siswa untuk menjelaskan atau dengan kata-kata lain sehingga jawaban siswa menjadi lebih baik atau menyuruh siswa untuk mengulang jawabannya dengan kata yang lebih lugas.

Contoh pertanyaan:

–   Dapatkah kamu menjelaskan sekali lagi apa yang kamu maksud?

2.   Meminta siswa memberikan alasan

Guru dapat meminta siswa untuk memberikan bukti yang menunjang kebenaran suatu pandangan yang diberikan dalam menjawab pertanyaan. Contoh pertanyaan:

–   Mengapa kamu mengatakan demikian?

3.   Meminta kesepakatan pandangan

Guru memberikan kesempatan kepada siswa-siswa lainnya untuk menyatakan persetujuan atau penolakan siswa serta memberikan alasan-alasannya terhadap suatu pandangan yang diungkapkan oleh seorang siswa, dengan maksud agar diperoleh pandangan yang benar dan dapat diterima oleh semua pihak.

Contoh pertanyaan:

–   Siapa setuju dengan jawaban itu? Mengapa/

4.   Meminta ketepatan jawaban

Jika jawaban siswa belum tepat guru dapat meminta siswa untuk meninjau kembali jawaban itu agar diperoleh jawaban yang tepat atau guru dapat menggunakan metode pemberian pertanyaan dengan sistem bergilir.

5.   Meminta jawaban yang lebih relevan

Mengajukan pertanyaan yang memungkinkan siswa menilai kembali jawabannya atau mengemukakan kembali jawabannya menjadi lebih relevan.

6.   Meminta contoh

Jika ada jawaban dari siswa yang kurang jelas maka guru dapat meminta siswa untuk memberikan ilustrasi atau contoh yang konkret.

Contoh: dapatkah kamu memberi satu atau beberapa contoh dari jawabanmu.

7.   Meminta jawaban yang lebih kompleks

Guru memberikan penjelasan agar jawaban siswa menjadi lebih kompleks dan mampu menemukan ide-ide penting lainnya.

Contoh: dapatkah kamu memberikan penjelasan yang lebih luas lagi dari ide yang dikatakan tadi?

4.   Peningkatan terjadinya interaksi

Ada 2 cara guru untuk menghilangkan peranannya sebagai penanya sentral.

1.   Guru mencegah pertanyaan dijawab langsung oleh seorang siswa tetapi siswa diberi kesempatan singkat untuk mendiskusikan jawabannya untuk didiskusikan.

2.   Jika siswa mengajukan pertanyaan, guru tidak segera menjawab pertanyaan dari murid, tetapi melontarkan kembali pertanyaan tersebut kepada siswa untuk didiskusikan.

Komponen ini akan dapat membantu siswa memberikan komentar yang wajar dan mampu mengembangkan cara berfikir siswa.

Pengertian Keterampilan Bertanya Lanjut

Keterampilan bertanya lanjut merupakan suatu keterampilan lanjutan daripada dasar yang lebih terfokus dalam mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar partisipasi dalam mendorong siswa agar dapat berpartisipasi sendiri. Keterampilan bertanya ada 2: keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjut.

                                                         

By yurzierita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s